617-kecelakaan_kereta_api_di_utara_kairo-inh
Foto: Sinar Harapan

News INH, CAIRO – Kecelakaan kereta api di Utara Kairo, Mesir pada Minggu (18/4/2021) kemarin menewaskan sedikitnya 11 orang penumpang kereta.

Empat gerbong kereta lari dari rel di kota Banha di provinsi Qalyubia, tepat di luar Kairo, otoritas kereta api mengatakan dalam sebuah pernyataan. Video di media sosial menunjukkan gerbong terbalik dan penumpang melarikan diri ke tempat yang aman di sepanjang rel kereta api.

Informasi yang di lansir dari kantor berita ChannelNewsAsia itu, kereta naas tersebut sedang melakukan perjalanan menuju kota Mansoura Delta Nil dari Kairo ibu kota Mesir.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa selain korban tewas, sedikitnya 98 orang terluka, dengan sebagian besar dari mereka menderita patah tulang, luka dan memar.

Kecelakaan Kereta Api Terbaru di Mesir Tewaskan 11 Orang Halaman all - Kompas.com
Foto: kompas.com

“Ada 60 ambulans dikirim ke tempat kejadian dan korban luka dibawa ke rumah sakit terdekat,” kata pejabat kementerian kesehatan setempat.

Tim penyelamat terlihat mencari yang selamat dan memindahkan gerbong yang tergelincir. Belum dipastikan secara jelas penyebab tergelincirnya kereta itu. Jaksa Penuntut setempat kini tenag menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut.

Di rumah sakit Universitas Banha, beberapa orang berbaris untuk menyumbangkan darah untuk para korban kecelakaan. Beberapa keluarga korban juga hadir mencari orang terkasih yang ikut dalam perjalanan kereta tersebut.

Kecelakaan kereta hari Minggu kemarin terjadi tiga minggu setelah dua kereta penumpang bertabrakan di provinsi Sohag, dan merenggut korban jiwa sebanyak 18 orang dan melukai 200 lainnya, termasuk anak-anak.

Jaksa penuntut mengatakan mereka menemukan bahwa kelalaian besar oleh karyawan kereta api berada di balik kecelakaan mematikan pada 25 Maret itu, yang menyebabkan kemarahan publik di seluruh negeri.

BACA JUGA

-Turki : STOP Kekerasan Terhadap Warga Palestina

– Solat Jumat Perdana di Al-Aqsa, Ribuan Muslim Palestina Penuhi Masjid

Bangkai kereta api dan kecelakaan sering terjadi di Mesir, di mana sistem kereta api memiliki sejarah peralatan yang tidak terawat dengan baik dan salah urus. Pemerintah mengatakan telah meluncurkan prakarsa renovasi dan modernisasi yang luas.

Presiden Abdel Fattah el-Sissi mengatakan pada Maret 2018 bahwa pemerintah membutuhkan sekitar 250 miliar pound Mesir, atau US $ 14,1 miliar, untuk merombak sistem rel yang rusak.

Ratusan kecelakaan kereta dilaporkan setiap tahun. Pada Februari 2019, lokomotif tak berawak menabrak penghalang di dalam stasiun kereta api utama Ramses di Kairo, menyebabkan ledakan besar dan kebakaran yang menewaskan sedikitnya 25 orang. Kecelakaan itu mendorong menteri transportasi saat itu mengundurkan diri dari jabatanya.

Pada Agustus 2017 silam, dua kereta penumpang bertabrakan di luar kota pelabuhan Mediterania di Alexandria, menewaskan 43 orang. Pada 2016, setidaknya 51 orang tewas ketika dua kereta komuter bertabrakan di dekat Kairo.

Kecelakaan kereta api paling mematikan di Mesir terjadi pada tahun 2002, ketika lebih dari 300 orang tewas setelah kebakaran terjadi di kereta malam dalam perjalanan dari Kairo ke Mesir selatan.

Sumber: AP / ChannelNewsAsia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *