nigeria-20-bocah-news-inh
Foto: Suara Banten

News INH, NIAMEY – Sebanyak 20 anak-anak yang merupakan pelajar prasekolah atau PAUD tewas terpanggang dalam insiden kebakaran hebat di sebuah sekolah di pemukiman miskin “Pays-Bas” pinggiran ibu kota negara, Niamey, Nigeria.

Puluhan korban tewas ketika kobaran api merobek bangunan yang terbuat dari kayu dan jerami yang dibangun di bekas tambang tanah liat dekat bandara Niamey.

Tangis haru pun pecah saat beberapa orang tua korban dan guru mendatangi lokasi dan berkumpul di sekolah. Mereka menyeka air mata dengan kerudungnya.

This video screengrab shows burned chairs, tables and other objects in the school [Boureima Issoufou/AP Photo]
Foto: aljazeera.com
Direktur sekolah Habiba Gaya mengatakan bahwa seluruh Nigeria “berduka total” atas peristiwa ini.

“Anak-anak kecil, orang tak berdosa, benar-benar dibakar hidup-hidup dalam api ini, sementara anak-anak yang lebih besar bisa keluar, mereka yang berusia lima tahun ke bawah tidak bisa berlari dan menyelamatkan diri,” kata Habiba kepada kantor berita AFP,

BACA JUGA: Kilang Minyak Aramco Milik Arab Saudi di Serang Drone

 

Foto: aljazeera.com

Menurutnya, kebakaran menyebar begitu cepat sehingga, si jago merah secara membabi buta menghancurkan ruang kelas.

Sementara itu, Tim penyelamat berangkat dengan cepat dan mendatangi lokasi kejadian untuk memadamkan. Namun api tak kunjung padam. Karena, intensitas api sangat besar.

Belum diketahui penyebab kebakaran itu, tetapi pihak berwenang mengatakan bahwa angin kencang di daerah tersebut memungkinkan api menyebar dengan cepat, sehingga tinggal sisa-sisa meja dan lembaran logam bergelombang yang masih terlihat di antara puing-puing, dengan buku-buku yang sudah hangus terbakar. Tempat pensil dan ransel pun terlihat berserakan di antara abu.

BACA JUGA: Presiden Amerika Minta Hentikan Serangan Anti-Muslim

“Api terbawa angin dari ruang kelas ke ruang kelas,” kata Balaraba Ibrahim yang tinggal di dekat lokasi kebakaran.

Menurut Balabara, keponakannya yang berusia lima tahun, Yasmina, termasuk di antara korban tewas dalam insiden mengerikan itu.

 

“Dia telah pulang dan kemudian dia kembali ke sekolah. Seolah-olah dia sedang menjawab panggilan kematian, “kata Ibrahim, putus asa.

Nigeria tercatat sebabagi negara termiskin di dunia di bawah Indeks Pembangunan Manusia PBB yang berjumlah 189 negara, pondok jerami disini sering digunakan untuk ruang belajar.

Persatuan Guru Nasional Niger meminta kepada pemerintah dan pihak berwenang untuk menghentikan kegiatan belajar di ruang kelas gubuk jerami.

Sumber : aljazeera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *