Satu Pompa Air Rusak, Genangan Banjir di Jatiwetan Kian Meluas - SUARA BARU | Portal Berita Masa Kini
foto:Suarabaru.id Genangan air banjir yang merendam pemukiman di Desa Jatiwetan, Kecamatan Jati, kian meluas. 

News INH, Kudus – Ratusan rumah terendam Banjir di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Tercatat sebanyak 235 rumah dan 871 jiwa terdampak banjir di desa tersebut.

“Kondisi banjir ada sebanyak 235 rumah (sebelumnya ada 165 rumah terdampak banjir) terdampak di Dukuh Tanggulangin, Gendok, dan Barisan, dengan sebanyak 871 jiwa dan 287 KK,” kata Kepala Desa Jati Wetan, Suyitno, saat ditemui wartawan di lokasi, Senin (14/12/2020).

Suyitno mengatakan ketinggian air terus bertambah. Suyitno menyebut ketinggian banjir bervariasi, mulai dari 10 cm sampai dengan 90 cm. Banjir di wilayahnya tersebut pun sudah berlangsung sekitar satu pekan ini.

BACA JUGA:  Gempa 6,3 Magnitudo Guncang Sumbar, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

“Ketinggian bervariasi mulai 10 cm sampai 90 cm. Ini sekitar sudah satu pekan. Belum ada yang mengungsi, mungkin nanti curah hujan (kalau masih tinggi) ada warga yang mulai pengungsian,” ujarnya.

Suyitno menjelaskan hingga kini pemerintah desa telah menyediakan posko pengungsian. Posko yang disediakan di Balai Desa Jati Wetan. Selain balai desa ada dua sekolahan yang juga disiapkan untuk posko pengungsian. Meski begitu, kata dia, hingga kini belum ada warga yang mengungsi.

“Posko sudah ada. Kesehatan sampai logistik makanan siap saji. Sampai saat ini belum ada keluhan. Rencana besok (dinas kesehatan) mau ke sini untuk memeriksa kesehatan masyarakat yang terdampak banjir,” kata Suyitno.

Suyitno menambahkan banjir di wilayahnya sudah sering terjadi. Banjir di desanya terjadi karena genangan air kiriman dari beberapa wilayah tidak bisa mengalir ke Sungai Wulan. Ditambah lagi kondisi debit air Sungai Wulan yang tinggi.

“Karena dari dukuh tidak bisa membuang ke sungai, ada pompa belum begitu mencukupi,” lanjut dia.

Diwawancara terpisah, salah seorang warga, Sunarto, mengatakan rumah miliknya sudah tergenang air selama sepekan ini. Ketinggian air yang masuk ke dalam rumahnya sampai 50 cm. Rencananya warga akan segera mengungsi ke posko balai desa.

“Paling dalam ini, sekitar 50 cm. Teman-teman (warga) mau pada mengungsi di balai desa. Ibu-ibu yang sudah tua pengin ngungsi. Kira-kira melihat kondisi ini lah. Di balai desa sudah siap, teman-teman yang tua nanti agar segera mengungsi,” jelas Sunarto saat ditemui di lokasi siang ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *