Pengungsi Ethiopia menggendong seorang anaknya yang masih balita ist
Foto: Pengungsi Ethiopia menggendong seorang anaknya yang masih balita ist. (jnh.or.id)

News INH, KHARTOUM – Kementerian Luar Negeri, Wakil Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi Raouf Mazo mengunjungi kamp-kamp pengungsi Ethiopia di negara bagian Kele dan Gadarif di Sudan. Rabu (14/7/2021).

Menurut laporan Komisaris Pengungsi Sudan, jumlah orang Etiopia yang melarikan diri ke Sudan karena konflik di negara mereka telah meningkat menjadi 78.000 orang mereka tersebar di kamp pengungsi Umm Rakuba dan Tandeba.

“Permasalahan pengungsi disini yang menjadi kendala adalah masalah kesehatan, air, listrik, dan pendidikan mereka,” kata Mazo.

Sudan Menyambut Lebih Dari 1 Juta Pengungsi.

Pasukan pemberontak Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF), yang menguasai provinsi Tigray di Ethiopia, menyerang pasukan Komando Utara pada 3 November, Perdana Menteri Abiy Ahmed mengumumkan bahwa mereka telah memutuskan untuk mengambil tindakan militer terhadap TPLF pada 4 November.

Tentara merebut kota Mekelle, yang dikuasai oleh pasukan pemberontak TPLF, yang menolak untuk menyerah, pada 28 November silam.

Baca juga:

INH Bagikan 1000 Paket Nutrisi Tambahan Untuk Warga Yang Sedang Isoman

Pemerintah Ethiopia mengumumkan pada 28 Juni bahwa mereka telah mendeklarasikan gencatan senjata sepihak di wilayah Tigray, yang diklaim telah direbut oleh pemberontak TPLF.

Lebih dari 1,7 juta orang mengungsi di provinsi tersebut setelah pasukan pemberontak TPLF, yang pernah menguasai provinsi Tigray, menyerang pasukan Komando Utara Ethiopia pada 3 November 2020, dan setelah Perdana Menteri Abiy Ahmed memutuskan untuk mengambil tindakan militer terhadap TPLF.

Sudan, salah satu negara yang paling banyak menanggung beban pencari suaka di Afrika, memiliki lebih dari 1 juta pengungsi, sebagian besar dari Sudan Selatan.

 

 

Sumber : AA / Naqsyabandi Ahmad Revolusi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *