ktt-inh-news
Foto: Anadolu Agency

News INH, JAKARTA – Negara-negara Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN akan membahas krisis kemanusian di Myanmar pada pertemuan puncak di Jakarta Sabtu (24/4/2021) mendatang. Hal ini diunkapkan oleh Remeo Jr. Abad Arca, Asisten Direktur Divisi Hubungan Masyrakat Sekretariat ASEAN, Selasa (20/4/2021).

Menurutnya, para pemimpin anggota ASEAN yang beranggotakan 10 orang telah mencoba menemukan cara untuk mencarikan solusi agar Myanmar segera keluar dari kekacauan berdarah yang terjadi setelah kudeta militer terhadap pemerintah terpilih yang dipimpin oleh peraih Nobel Aung San Suu Kyi.

BACA: Dua Bulan Kudeta Myanmar, 510 Orang Tewas di Tangan Aparat

KTT itu akan berlangsung di kantor pusatnya di Jakarta pada hari Sabtu besok di bawah protokol kesehatan dan keamanan yang ketat karena pandemi,” jelasnya.

Masih belum jelas berapa banyak pemimpin yang akan hadir secara langsung. meskipun seorang pejabat pemerintah Thailand pada Sabtu mengatakan kepala junta militer Myanmar Min Aung Hlaing akan pergi ke Jakarta.

KTT ASEAN harus ajak China selesaikan krisis Myanmar
Foto: Anadolu Agency

UNI EROPA Dan AMERIKA Beri Sanksi

Sebelumnya Uni Eropa juga telah memberlakukan sanksi terberat kepada pemimpin junta militer Myanmar yang telah merebut kekuasaan yang sah sejak 1 Februari silam.

Keputusan tersebut mengikuti langkah serupa oleh Amerika Serikat. Min Aung Hlaing dan Myint Swe, yang telah menjabat sebagai presiden sejak kudeta, masuk daftar hitam.

“Pasukan dan otoritas militer yang beroperasi di bawah kendali SAC telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang serius sejak 1 Februari 2021, menewaskan pengunjuk rasa sipil dan tidak bersenjata,” kata Uni Eropa.

BACA JUGA: Delegasi Islam Tinggi Jerusalem Protes Larangan Perjalanan ke Al-Aqsa

Media pemerintah Myanmar mengatakan pada hari Senin kemarin hanya 258 warga sipil yang tewas dalam kekerasan selama protes anti-militer sejak 1 Februari. Sementara jumlah yang beredar hanya dibesar-besarkan.

Sementara itu, menurut kelompok Aktivis Asosiasi Bantuan Tahanan Politik (AAPP), 738 orang telah dibunuh oleh aparat keamanan sejak kudeta tersebut.

Sumber : Reuters

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *