Sebuah buldozer milik Israel sedang meratakan sebuah bangunan milik warga Palestina. /ist
Foto: Sebuah Bulldozer milik Israel sedang meratakan sebuah bangunan milik warga Palestina. /ist. inh.or.id

News INH, YERUSALEM – Sebuah sekolah yang tengah dibangun di lingkungan Dahiyat al-Salam, Yerusalem Timur, Palestina, Selasa (7/7/2021) kemarin dihancurkan oleh otoritas Israel dengan pengawalan ketat tentara zionis. Penghancuran bangunan dengan menggunakan buldoser Israel ini sempat mengalami kontroversi dan ketegangan dengan warga Palestina.

Dilansir dari Anadolu Agency, seorang saksi mata yang tak mau disebutkan identitasnya ini mengatakan pihak berwenang Israel dengan cepat meratakan sebuah bangunan sekolah milik Palestina ini dengan menggunakan alat berat berupa buldoser.

“Mereka gunakan buldoser dan dikawal pasukan dengan senjata lengkap untuk menghancurkan sekolah kami,” kata saksi tersebut.

Tak hanya meratakan bangunan, pasukan Israel juga mengamankan salah seorang warga Palestina yang memprotes aksi pembongkaran itu. Warga Palestina yang diamankan ini mengeluhkan bahwa otoritas pendudukan Israel memberlakukan pembatasan ketat pada operasi konstruksi di kawasan Yerusalem.

Di sisi lain, pemerintah kota Israel di Yerusalem yang diduduki memaksa Yousef Abu Ghannam, seorang penduduk lokal, untuk menghancurkan rumahnya di kota al-Tur. Peristiwa ini adalah kali kedua rumah berpenduduk 20 orang itu dibongkar dengan dalih tidak memiliki izin mendirikan bangunan.

Baca Juga:

-Mau Berqurban, Ayo Ke INH Aja…!!!

Otoritas Israel sebelumnya telah memperingatkan Abu Ghannam untuk menghancurkan rumahnya. Jika dia tidak menghancurkan bangunan itu, maka akan mendapatkan denda untuk membayar biaya.

Baru-baru ini, pemerintah kota Israel di Yerusalem terpaksa mempertimbangkan keputusan penghancuran diri wilayah itu. Upaya ini ditempuh untuk menghindari kritik internasional terhadap pembongkaran tersebut.

Sementara itu, Perwakilan diplomatik Eropa di Yerusalem dan Ramallah pada Senin kemarin mengecam kebijakan permukiman Israel sebagai pemindahan paksa, penggusuran, pembongkaran, dan penyitaan rumah yang hanya akan mengarah pada kekerasan lebih lanjut dan penderitaan manusia”.

Dalam pernyataan bersama, Perwakilan Uni Eropa dan Kepala Misi Uni Eropa di Yerusalem dan Ramallah mengatakan bahwa otoritas Israel pada 29 Juni menghancurkan sebuah toko Palestina di Bustan, sebuah lingkungan di daerah Silwan di Yerusalem Timur yang diduduki.

Pernyataan itu menegaskan kembali bahwa Uni Eropa tetap berkomitmen untuk mencapai solusi dua negara dan menyelesaikan semua masalah status permanen untuk mengakhiri konflik dikawasan tersebut.

Palestina menuduh Israel melakukan kebijakan pembongkaran rumah di lingkungan Silwan, selatan kompleks Masjid al-Aqsa, dalam upaya untuk mengusir penduduk Arab dan menggantinya dengan pemukim Israel.

 

 

 

Sumber : AA / Naqsyabandi Ahmad Revolusi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *