news-inh
Foto: Anadolu Agency

News INH, JERUSALEM – Syekh Ikrime Sabri mantan imam Masjid al-Aqsa yang kini menjabat sebagai Kepala Delegasi Islam Tinggi Jerusalem memprotes larangan perjalanan ke Masjid al-Aqsa oleh intelejen Israel.

“Larangan kami keluar dari Palestina adalah tindakan yang sewenang-wenang. Sikap kami adalah keimanan dan tidak akan pernah berubah. Karena kami yang sah pemilik tanah ini. ” kata Syekh Sabri dalam unggahan videonya yang dibagikan kepada pers, Senin (19/4/2021) kemarin.

Dalam kasus penyelesaian larangan perjalanan ini, Syekh Sabri sendiri telah menunjuk dan meyerahkan sepenuhnya kepada seorang pengacara yang bernama Hamza Kutayna.

BACA JUGA: 11 Tewas Dalam Kecelakaan Kereta Api di Kairo

Salah seorang kerabat Syekh Ikrime Sabri, yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan keputusan itu diambil dengan alasan Israel menuduh Syekh Sabri menunjukkan sikap bermusuhan.

Pada 26 Maret silam, otoritas Israel memberlakukan larangan perjalanan pada Syekh Sabri selama sebulan.

“Syekh Ikrime Sabri meminta orang-orang Palestina untuk datang ke Harem-i Sharif pada peringatan Isra-Miraj pada 9 maret silam, kemudian beliau ditahan sehari dan kemudian dibebaskan,” kata sumber dilansir dari anadolu agency

Syekh Sabri, yang merupakan mantan Mufti Yerusalem-Palestina dan saat ini menjadi Kepala Delegasi Islam Tinggi Yerusalem, telah ditahan oleh pasukan Israel berkali-kali. Bahkan, otoritas Israel beberapa waktu yang lalu juga menjatuhkan hukuman pada Syekh Sabri untuk diberhetikan dari segala aktivitasnya di Masjid al-Aqsa.

Sumber : Anadolu Agency

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *