ILUSTRASI  Peluncuran roket. Fotoist
ILUSTRASI: Peluncuran roket. Fotoist ( inh.or.id )

News INH, TEL AVIV – Dua dari tiga serangan roket yang diluncurkan dari arah Libanon menghantam Israel pada Rabu (4/8/2021) kemarin. Israel lantas membalas serangan roket dengan tembakan artileri ke arah Libanon.

Serangan roket itu terjadi setelah terjadi serangan terhadap kapal tanker yang dioperasikan perusahaan Israel di lepas pantai Oman pada pekan lalu. Iran dituduh berada di balik serangan yang menewaskan dua awak kapal yang masing-masing berkewarganegaraan Inggris dan Rumania.

Seorang saksi di Libanon melaporkan beberapa roket ditembakkan ke arah Israel. Sirene peringatan serangan roket pun terdengar di Israel, termasuk di kota Kiryat Shmona, dekat perbatasan Libanon.

Militer Israel menyatakan tiga buah roket diluncurkan dari Libanon. Satu diantaranya jatuh di sekitar perbatasan Israel dan dua roket sisanya menghantam wilayah negara pimpinan Perdana Menteri Naftali Bennet.

“Sebagai balasan, pasukan artileri (Israel) menyerang wilayah Libanon,” demikian menurut pernyataan Angkatan Bersenjata Israel dalam pernyataan pers, seperti dikutip Reuters.

Baca Juga:

Kudeta militer di Myanmar tewaskan 946 orang

Dua jam setelah kejadian itu, militer Israel kembali melepaskan tembakan artileri ke arah target yang tidak dikenal di sepanjang perbatasan dengan Libanon. Kawasan perbatasan Libanon sebagian besar sepi sejak Israel berperang melawan kelompok Hizbullah pada 2006 silam.

Badan Gawat Darurat Israel, Magen David Adom, menyatakan tak ada korban akibat serangan itu. Menurut mereka roket-roket itu hanya menyebabkan kebakaran hutan. Sejauh ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan roket itu. Daerah itu dikuasai Hizbullah, kelompok milisi Syiah di Libanon yang bersekutu dengan Iran.

Serangan roket itu terjadi usai Iran dituduh oleh Israel melakukan serangan terhadap kapal tanker Mercer Street di lepas pantai Oman, pada 29 Juli lalu. Kapal berbendera Liberia itu dioperasikan perusahaan asal Israel, Zodiac Maritime. Kapal itu diserang saat dalam perjalanan menuju Fujairah, Uni Emirat Arab, dari Dar Es Salaam, Tanzania.

Menanggapi serangan itu, Inggris, Rumania dan Liberia menyatakan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ada kemungkinan Iran menggunakan lebih dari satu drone untuk menyerang kapal Mercer Street.

PM Israel, Naftali Bennett, mengatakan mereka bisa mengambil tindakan sendiri terhadap Iran jika memang diperlukan terkait serangan tanker itu. Sedangkan Iran, selaku pihak tertuduh, membantah menyerang kapal tanker itu.

 

 

Sumber : reuters / Naqsyabandi Ahmad Revolusi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *