News INH, GAZA – Kelompok milisi perjuangan Palestina di Jalur Gaza, membalas serangan Israel dengan dua tembakan roket. Spontan militer Zionis ISrael mengaktifkan sistem rudal Iron Dome dan membalas serangan tersebut.

Militer Zionis mengatakan kedua roket musuh dicegat oleh sistem Iron Dome. Serangan roket kedua datang saat Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyerang basis Hamas di Jalur Gaza, sebagai pembalasan atas serangan roket yang pertama. Minggu (12/9/2021) kemarin waktu setempat.

Belum jelas apakah Hamas pelaku serangan kedua roket tersebut. Namun, Israel tetap menyalahkan kelompok itu karena sebagai pihak yang mengontrol wilayah kantong Palestina tersebut.

IDF, seperti dikutip Times of Israel, mengatakan serangan udanya menghantam empat kompleks Hamas yang digunakan untuk pelatihan militer, di samping bengkel senjata dan pintu masuk ke terowongan bawah tanah.

IDF serangan pada Minggu tengah malam hingga dini hari tadi merupakan serangan untuk tiga hari berturut-turut. Semua serangan roket menargetkan wilayah Israel selatan.

Setelah roket kedua, Angkatan Udara Israel menyerang beberapa sasaran Hamas lagi, termasuk mesin berat yang mencoba menjatuhkan pesawat tempur.

Pada Minggu pagi, sirene tanda adanya serangan roket meraung-raung di seluruh komunitas Israel di dekat perbatasan Gaza serta di Sderot. Suara sirene itu membuat ribuan orang berlarian mencari tempat perlindungan anti-bom. Tiga warga Israel terluka ringan saat mereka mencari perlindungan. Roket yang menyerang pada Minggu pagi dicegat oleh sistem pertahanan rudal Iron Dome.

Seperti pada dua malam sebelumnya, tidak ada kelompok Palestina yang secara terbuka bertanggung jawab atas rentetan serangan roket tersebut.

Sejak eskalasi 11 hari pada Mei lalu, Israel telah memberlakukan pembatasan yang lebih ketat pada daerah kantong Palestina yang sudah diblokade tersebut. Israel juga memblokir aliran subsidi tunai Qatar ke Jalur Gaza, yang sebelumnya diizinkan dengan imbalan ketenangan di sepanjang perbatasan selatannya.

Sumber : Time of Israel / Naqsyabandi Ahmad Revolusi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *