salam-tiga-jari-myanmar-kudeta-militer-di-yangon-news-inh
Foto: AFP, Tribunnews.com

News INH, ADDIS ABABA – Pasca terjadinya kekerasan di kota Ataye beberawa hari yang lalu, Ethiopia telah mengumumkan keadaan darurat di bagian selatan wilayah Amhara dalam upaya membendung kekerasan antar etnis yang mematikan.

Kementerian pertahanan, menyatakan pemerintah telah mengerakan pasukan untuk memadamkan kerusuhan yang banyak menelan korban jiwa.

“Untuk upaya pencegahan, pemerintah sudah mengirimkan pasukan di titik-titik rawan, ” kata menteri Pertahanan Ethiopia seperti dilansir dari kantor berita AFP, Selasa (20/4).

BACA JUGA: ASEAN Gaungkan KTT Bahasa Krisis Myanmar

Sementara itu, Kepala ombudsman Ethiopia, Endale Haile, mengatakan kekerasan di Amhara telah menewaskan lebih dari 300 orang selama beberapa hari di bulan Maret.

Kekerasan terbaru tampaknya menargetkan zona khusus Oromia di negara bagian terpadat kedua di negara itu.

Wilayah Amhara didominasi oleh kelompok etnis Amhara – terbesar kedua di Ethiopia – tetapi zona khusus Oromo dihuni terutama oleh Oromos, kelompok etnis terbesar di negara itu.

Saat Hormat Tiga Jari Jadi Simbol Perlawanan di Asia dan Myanmar - Foto  Tempo.co
Foto: Tempo.co

“Warga sipil dari kelompok etnis yang tinggal di kedua sisi perbatasan antara Amhara dan Oromia keduanya menjadi sasaran serangan dalam beberapa bulan terakhir, ” jelasnya.

Pada bulan Maret, penyerang menewaskan sedikitnya 30 warga sipil, sebagian besar etnis Amhara, dalam serangan di sebuah desa di Oromia. Otoritas lokal menyalahkan serangan itu pada kelompok sempalan dari Front Pembebasan Oromo (OLF), yang dikenal sebagai OLF Shane atau Tentara Pembebasan Oromo.

BACA: Dua Bulan Kudeta Myanmar, 510 Orang Tewas di Tangan Aparat

OLF Shane, yang mengatakan memperjuangkan hak-hak Oromos, membantah bertanggung jawab atas serangan mematikan itu. OLF adalah partai oposisi yang menghabiskan bertahun-tahun di pengasingan tetapi larangan itu dicabut setelah Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed menjabat pada 2018.

Kekerasan di Amhara telah menyebabkan bentrokan antara sayap Oromo dan Amhara dari Partai Kemakmuran Abiy, yang secara terbuka saling menuduh bertanggung jawab.

PBB mengatakan telah menguatkan pelanggaran berat yang bisa menjadi “kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan” di wilayah Tigray Ethiopia oleh banyak pihak, termasuk oleh pasukan Eritrea.

Sumber : AFP / News Agency

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *