penjara-terbuka-terbesar-di-dunia-itu-bernama-gaza-inh
Foto: Medeka

News INH, GAZA – Serangan serdadu zionis Israel di Jalur Gaza, Palestina hinga kini belum menunjukan adanya indikasi penurunan, apalagi mengarah kepada gencatan senjata. Serangan udara yang diluncurkan oleh militer Israel justru cenderung mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini diungkapkan oleh Muhammad Husein, aktivis kemanusian dan founder INH di Gaza, Palestina, Minggu (16/5/2021) waktu setempat.

Menurutnya, malam tadi merupakan malam terpanas sejak dimulainya serangan yang dilancarkan zionis Israel di jalur Gaza sejak sepekan yang lalu. Dimana, serangan udara yang terus diluncurkan oleh militer Israel memperluar target sasaranya.

Baca Juga: Kementrian Kesehatan Palestina Catat 109 Orang Warga Palestina Syahid

“Malam ini susasana di Gaza sangat mencekam, suara dentuman bom dan rudal milik Israel terdengar begitu sangat kencang menghujani kota Gaza, hujan abu dan kilat cahaya di langit Gaza menambah suasa semakin mengerikan,” kata Husein.

Israel Semakin Membara, Digempur Hamas dan Disibukkan Perang Saudara yang Pecah di Kota Lod - Halaman all - Bangka Pos
Foto: Tribun News

Tidak hanya menyasar rumah-rumah penduduk. Namun, serangan itu juga menghancurkan gedung-gedung perkantoran, tempat ibadah, fasilitas publik dan infrastruktur lainya.

“Jalan–jalan utama di Gaza dibombardir hingga porak poranda, jaringan air, listrik dan internet juga ikut menjadi sasaran,
diantaranya jalan utama di depan Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang merupakan akses utama untuk ambulan dalam mengevakuasi korban luka ke dalam Rumah Sakit,” jelasnya.

Sementara itu, diperkirakan 42 roket pejuang Hamas yang di luncurkan dari sejumlah lokasi di jalur Gaza berhasil jatuh menghujani Ibu kota Israel
sebagai aksi balasan atas kekejaman serdadu zionis Israel.

Hingga Minggu pagi waktu setempat, Kementrian Kesehatan Palestina merilis jumlah korban syahid dari pihak warga Palestina yang tak berdosa diperkirakan sudah mencapai 145 termasuk 41 anak-anak, 23 diantaranya wanita dan korban luka-luka telah mencapai 1100 orang.

SUMBER : GAZA MEDIA/ Naqsyabandi Ahmad Revolusi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *