presdir-INH
CAPTION : Presiden Direktur Internasional Networking for Humanitarian (INH), Luqmanul hakim sedang memberikan pemaparan materi dalam acara Forum Group Discussion (FGD) di Gedung NU Center, Kota Bekasi, Kamis (27/5/2021)

News INH, BEKASI – Krisis memanusian di Palestina menjadi perhatian masyarakat dunia oleh sebab itu kita harus terus bergerak jangan diam, karena diam adalah kejahatan, begitu ada kejahatan didepan mata terus kita diam itu bagian dari kejahatan itu sendiri. Hal ini diungkapkan oleh Luqmanul Hakim, Presiden Direktur (Presdir) Internasional Networking for Humanitarian (INH) dalam acara Forum Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Almuni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kota Bekasi, Kamis (27/5/2021) kemarin.

Menurut Luqman, INH akan intes dan konsisten dalam mengawal isue-isue kemanusian termasuk krisis kemanusian yang hari ini sedang menjadi buah bibir diseluruh lapisan masyarakat dunia yakni krisis kemanusian yang menimpah saudara-saudara kita di Palestina. Mereka saat ini membutukan suport dari masyarakat dunia untuk memberikan bantuan dan dorongan moril maupun materil dalam memperjuangkan haknya sebagai manusia yang terbebas dari penindasan dan penjajahan bangsa lain.

ikatan-pmii-inh
CAPTION : Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kota Bekasi gelar acara FGD soroti krisis kemanusian yang terjadi di Palestina. inh.or.id

“Lembaga kami INH akan intens dalam mengawal hal-hal yang berkaitan dengan kemanusian, karena pada hakikatnya manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup dan lepas dari peran serta orang lain,” jelasnya.

Mengenai krisi kemanusian di Palestina hari ini, INH merupakan satu diantara lembaga kemanusian yang sangat aktif dalam melakukan penggalangan dana dan mendistribusikan bantuan kemanusian secara langsung ke wilayah konflik baik yang ada di Gaza, maupun Tepi Barat.

“Serangan militer Israel ke wilayah Palestina khusunya di Gaza kemarin cukup banyak menelan korban jiwa dan luka-luka, kami sebagai lembaga kemanusian merasa terpanggil atas peristiwa ini, dan Alhamdulillah kami juga sudah mendistribusikan bantuan logistik dan obat-obatan dari donasi yang kita kumpulkan dari masyrakat Indonesia, sesuai rencana kami juga sedang melakukan pengadaan mobil ambulan untuk disalurkan ke rumah sakit-rumah sakit yang ada disana,” jelasnya.

Baca Juga:

-Palestina Sambut Baik Pembentukan Komisi Internasional Pelanggaran HAM Isreal

Luqman menambahkan, mengingat sejarah kemerdekaan Indonesia, Palestina termasuk salah satu negara yang ikut andil dalam mengkampanyekan kemerdekaan Indonesia di komunitas iternasional. Oleh karena itu, Indonesia punya hutang sejarah dalam hal kemerdekaan, sehingga ketika saudara-saudara kita di Palestina membutuhkan dukungan untuk mencapai kemerdekaanya. Maka Indonesia secara otomatis akan bersama warga Palestina mewujudkan kemerdekaan yang diimpi-ipikan jutaan rakyat Palestina.

“Sikap Negara kita sudah sangat jelas, dari zaman presiden pertama republik Indonesia bung Soekarna hingga sekarang Presiden Jokowi. Indonesia akan tegak berdiri memperjuangan kemerdekaan Palestina, karena sesuai dengan konstitusi bangsa Indonesia yang dituangkan dalam pembukaan UUD 1945. Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.” tegasnya.

Sementara itu, Muhammad Husein Founder INH dan aktivis kemanusian di Gaza, Palestina saat ini pihaknya sedang melakukan koordinas dengan pejabat pemerintahan Palestina di Gaza untuk melakukan pendataan terkait kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan oleh masyarakat di Gaza.

“Kami sudah bertemu dengan wakil menteri perumahan Palestina di Gaza, untuk membahas rencana perbaikan rumah-rumah warga yang rusak akibat perang. Pihak pemerintah Palestina mengucapkan banyak terimakasih kepada masyrakat Indonesia yang sudah memberikan bantuan.

presdir-INH
CAPTION : Presiden Direktur Internasional Networking for Humanitarian, Luqmanul hakim sedang memberikan pemaparan materi dalam acara Forum Group Discussion (FGD) di Gedung NU Center, Kota Bekasi, Kamis (27/5/2021)

Menurutnya, pasca genjatan senjata kemarin kondisi politik di Palestina relatif mulai membaik. Beberapa faksi dan kelompok disini sudah bersatu padu untuk bersama-sama memperjuangan kemerdeaan negara Palestina.

“Ini merupakan suatu kabar baik, saya sampaikan buat masyarakat di Indonesia, pasca gencatan senjata agresi militer Israel yang berlangsung kurang lebih 11 hari di Gaza kemarin menjadikan momentum persatuan faks-faksi di Palestina. Dapat dipastikan saat ini tidak ada lagi dualisme kepemimpinan saat ini masyarakt Gaza dan Tepi Barat sudah satu komando dibawa pimpinan Mahmod Abbas semoga langka ini menajdi langka awal dalam mewujudkan kemerdekaan di Palestinda dari penjajahan zionis Israel,” tutupnya.

Dalam acara FDG yang diberi tema “Yang Lebih Penting dari Politik adalah Kemanusian” juga menghadirkan beberapa narasumber yang memiliki pakar keilmuan dibidangnya masing-masing seperti DR. KH Abdul Azis tokoh nasional dari kalangan Nadliyin dan Yanuar Prihatin anggota DPR-RI.

Penulis : Naqsyabandi Ahmad Revolusi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *