News INH, JAKARTA – Lembaga Kemanusian International Networking for Humanitarian (INH) menyalurkan bantuan dana untuk program pembangunan perumahan para asatidz atau guru di kawasan distrik Sur Baher, Kota Yerussalem, Palestina melalui Kedubes Palestina di Jakarta, Kamis (16/9/2021).

Presiden Direktur INH, Luqmanul Hakim mengatakan, penyaluran bantuan ini merupakan tahap awal dimana nantinya INH bersama-sama Dubes Palestina akan melakukan campaign atau penggalangan dana kepada para donatur agar bisa terlibat secara langsung dalam program pembangunan perumahan bagi para tenaga pengajar di Yerussalem.

Baca Juga: Israel Siksa Tahanan Wanita Palestina di Penjara

“Bisamillah Insya Allah, INH bersama Dubes Palestina untuk Indonesia di Jakarta akan terus bersinergi, dalam program-program kemanusian,” kata Luqman.

Dubes Palestina Zuhair Al Sun menyatakan, pembangunan rumah atau tempat tinggal bagi para guru ini membutuhkan banyak biaya. Oleh karena itu, Indonesia dianggap negara yang memiliki kepedulian sangat besar terhadap Palestina.
“Alhamdulillah kami atas nama pemerintah Palestina mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia khususnya INH yang sudah merespon dan ikut berpartisipasi dalam program pembangunan ini, ” kata Al Sun.

Baca juga: PBB Soroti Pembunuhan Bocah Palestina dan Desak Israel Untuk Bertanggung Jawab

Al Sun menjelaskan, program ini termasauk kerangka program nasional yang bertujuan untuk menjaga stabilitas keberadaan warga di Yerussalem.

“Perkumpulan Tenaga Pengajar di Sur Baher yaitu sebuah organisasi amal yang berkantor pusat di daerah Sur Baher Yerussalem, menyampaikan keinginan mereka untuk membangun perumahan untuk tenaga pengajar di daerah Sur Baher yang berbatasan dengan pemukiman Armon Hanatziv,” jelasnya.

Proyek perumahan ini bertujuan untuk mendirikan 90 unit rumah bagi guru yang bekerja di lembaga pendidikan Palestina di Yerusalem, dengan tujuan untuk memperkuat ketabahan para guru Palestina dan mendorong mereka untuk bekerja di lembaga-lembaga pendidikan Palestina dan agar mereka tidak meninggalkannya dan memilih pergi bekerja untuk lembaga-lembaga pendidikan Israel.*

Sumber : TIM MEDIA INH for Humanity / Naqsyabandi Ahmad Revolusi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *