palestinaku-news-inh
Pict: Dengan penuh kesedihan warga Palestina menyaksikan puing-puing bangunan bekas rumahnya yang di bongkar Pemerintah zionis Israel / ist

News INH, RAMALLAH – Kedzoliman pemerintah zionis Israel terhadap warga Palestina masih terus berlasngsung, Rabu (21/4) waktu setemoat Otoritas pendudukan Israel mengeluarkan pemberitahuan pembongkaran untuk 13 rumah yang dihuni oleh warga Palestina di desa Qabalan, selatan kota Nablus di Tepi Barat.

Penghancuran rumah-rumah Palestina diperintahkan dengan dalih bahwa mereka tidak memiliki izin bangunan yang diperlukan.

Pejabat Palestina, Ghassan Daghlas, yang bertanggung jawab atas portofolio permukiman di Tepi Barat utara, mengatakan pasukan Israel menggerebek desa dan menyerahkan perintah terhadap 13 rumah yang terletak di Area C Tepi Barat yang diduduki warga Palestina.

Ghassan menyatakan, beberapa dari rumah tersebut sudah dihuni warga, sementara yang lain dalam tahap akhir konstruksi yang rencananya juga akan di huni oleh pemilik rumah tersebut.

BACA JUGA
-Kucilkan Agama Dari Platform Pendidikan, Pemerintah Gaza Kecam UNRWA

-Kapal Selam Nanggala 402 Hilang Kontak Belum Ditemukan

Kebijakan penghancuran rumah dan penghancuran properti lain yang dipraktikkan secara luas oleh Israel menargetkan seluruh keluarga. Pembongkaran semacam itu dianggap sebagai hukuman kolektif ilegal dan merupakan pelanggaran hukum hak asasi manusia internasional.

Warga Palestina di Area C – wilayah yang di bawah Kesepakatan Oslo berada di bawah kendali penuh Israel – mengalami kesulitan besar mendapatkan izin bangunan. Sebagian besar komunitas Palestina tidak memiliki rencana induk, sementara yang lain tidak bisa mendapatkan persetujuan rencana perluasan.

Negara Zionis, sementara itu, menyetujui pembangunan ribuan unit pemukiman di dalam permukiman ilegal yang dibangun di atas tanah Palestina yang diduduki di daerah tersebut.

Izin bangunan dibebankan dengan harga yang terlalu tinggi dan tidak terjangkau bagi sebagian besar warga Palestina, menciptakan celah hukum bagi Israel untuk mencaplok lebih banyak tanah dan membuat warga Palestina dalam ketidakpastian dengan mencegah mereka mengembangkan infrastruktur.

Sumber : MEMO / Naqsyabandi Ahmad Revolusi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *