gedung-palestina-news-inh
Sebuah gedung di Jalur Gaza, Palestina menjadi sasaran serangan udara jet tempur Israel. Padahal kedua belah pihak sepakat mengakiri perang dengan gencatan senjata. /ist

News INH, GAZA – Meski telah disepakati gencatan senjata antara pejuang kemerdekaan Palestina Hamas dan otoritas Israel pada 21 mei silam. Militer zionis Israel kembali meluncurkan serangan udara disejumlah wilayah di Jalur Gaza, Palestina. Jet tempur milik Israel itu menghancurkan sejumlah situs di Kota Beit Lahia dan Khan Yunis.

Dilansir dari Gaza Media Agency, Jumat (19/6/2021), pesawat tempur milik Israel melakukan serangan udara terhadap properti milik kelompok Pejuang Palestina Hamas di Beit Lahia dan Khan Yunis, pada Kamis (18/6/2021) malam waktu setempat.

Dalam sebuah pernyataan resminya, militer Israel mengkonfirmasi pesawat tempur miliknya menyerang kompleks bersenjata Hamas di Jalur Gaza sebagai tanggapan atas peluncuran balon pembakar dari wilayah yang menyebabkan kebakaran di ladang di wilayah Israel selatan.

Baca juga:

Israel Blokir Produk Esensial Masuk ke Jalur Gaza

Militer Israel mengatakan, jika mereka siap untuk semua skenario, termasuk pertempuran baru dalam menghadapi aksi balasan dari pasukan pejuang kemerdekaan Palestina Hamas di Jalur Gaza.

Serangan udara itu, merupakan serangan perdana di bawah pemerintahan koalisi baru yang dipimpin oleh Naftali Bennett, usai menggulingkan rezim korup Israel dibawa kekuasaan Benyamin Netanyahu.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Palestina belum mengumumkan secara resmi, terkait jumlah korban dan kerusakan bangunan atas peristiwa yang memilukan tersebut. Terlebih, saat ini jutaan warga Palestina di Jalur Gaza masih berjuang untuk memulihkan kehidupan yang lebih baik lagi pasca agresi yang dilakukan serdadu Israel selama 11 hari sejak 10 Mei hingga 21 mei silam.

Perang rudal antara Hamas dan Israel ini mengakibatkan ratusan nyawa warga Palestina yang tak berdosa syahid termasuk anak-anak dan wanita. Sementara ribuan warga lainya mengalami luka-luka hingga mengakibatkan cacat permanen.

Sumber : Gaza Media Agency / Naqsyabandi Ahmad Revolusi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *