Seorang warga mengibarkan bendera Palestina di hadapan serdadu zionis Israel yang sedang berjaga di kawasan tahanan milik Militer Israel. /ist
Foto: Seorang warga mengibarkan bendera Palestina di hadapan serdadu zionis Israel yang sedang berjaga di kawasan tahanan milik Militer Israel. /ist/ inh.or.id

News INH, RAMALLAH – Israel telah menolak permintaan untuk memindahkan Gazanfer Abu Atvan salah seorang tahanan Palestina yang telah melakukan aksi mogok makan selama 58 hari ke rumah sakit Palestina untuk mendapatkan perawatan medis.

Pengacara Abu Atvan, Javad Boulus, mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis bahwa tahanan Palestina itu menolak perawatan di rumah sakit Israel dan saat ini sedang menghadapi masalah kesehatan dalam kondisi yang sangat kritis.

BACA JUGA:

-Polisi Israel Serbu Permukiman Sheikh Jarrah, Tahan 4 remaja Palestina

-Israel Robohkan Dua Bangunan Palestina di Yerusalem Timur

Boulus mengatakan Kantor Kejaksaan Agung Israel menolak permintaan Abu Atvan untuk dipindahkan dari Rumah Sakit Kaplan Israel ke rumah sakit Palestina.

Menurut Asosiasi Tahanan Palestina, ketika laporan medis ditinjau, ada kemungkinan Bahwa Abu Atvan menghadapi kematian mendadak, kelumpuhan dan kemudian masalah kesehatan yang tidak dapat disembuhkan. Abu Atvan telah melakukan aksi mogok makan selama 58 hari sebagai protes atas penahanan administratifnya.

Sebelumnya, Pada 24 Juni silam Mahkamah Agung Israel di Yerusalem memerintahkan penangguhan penahanan administratif terhadap Abu Atvan.

“Keputusan pengadilan Israel bukan berarti penahanan Abu Atvan sudah berakhir, tetapi bahwa intelijen Israel dan Administrasi Penjara membantah tanggung jawab vital tahanan,” kata Boulus.

Sementara itu, sumber Palestina, ada sekitar 4.500 warga Palestina menjalani masa tahanan di penjara Israel, termasuk 365 tahanan pelanggaran administrasi.

Israel dapat menahan warga Palestina selama satu hingga enam bulan berdasarkan intelijen melalui apa yang disebutnya “penahanan administratif.”

Jika tahanan ditemukan membahayakan bagi keamanan Israel, seorang hakim militer Israel dapat memperpanjang penahanannya hingga lima tahun tanpa melakukan kejahatan.

Sumber : AA / Naqsyabandi Ahmad Revolusi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *