Ilustrasi: Seorang demonstran anti-junta ditandu karena terluka. (Stringer - Anadolu Agency )
Ilustrasi: Seorang demonstran anti-junta ditandu karena terluka. (AA) inh.or.id

News INH, JAKARTA – Kelompok masyarakat sipil melaporkan pasukan junta Myanmar telah menewaskan 946 orang sejak melakukan kudeta pada 1 Februari silam.

Asosiasi Pendamping untuk Tahanan Politik (AAPP) mendokumentasikan tambahan satu korban tewas asal Mandalay dalam laporannya pada Rabu dini hari.

AAPP mengungkapkan seorang warga bernama Moe Zaw tewas di Rumah Sakit Myingyan, Mandalay, pada 31 Juli, dengan luka-luka yang konsisten seperti penyiksaan saat diinterogasi.

Moe Zaw ditangkap bersama empat warga Desa Sone Ywar Kone, Kotapraja Myingyan, Mandalay, pada 6 Juli.

Baca Juga:

Kemiskinan dan giliran kerja memaksa kaum ibu di Kenya berhenti menyusui

“Luka-luka di tubuh jenazah korban termasuk sayatan pisau, luka bakar rokok di punggung dan tulang rusuk, serta perutnya memar karena senjata api,” ungkap AAPP dalam keterangannya.

AAPP mencatat 5.478 orang masih ditahan hingga 3 Agustus, di mana 255 orang dijatuhi hukuman.

Polisi yang tidak mengenakan seragam menyerang dan menangkap Phyo Zaw Hein, seorang anggota polisi yang terlibat dalam Gerakan Pembangkangan Sipil (CDM), di Kota Yesagyo, Magway, pada 1 Agustus.

AAPP sekaligus melaporkan Aung Sein, anggota parlemen dari Kotapraja Dawei, Tanintharyi, ditangkap di rumahnya di Dawei pada 30 Juli.

Myanmar diguncang kudeta militer pada 1 Februari dengan menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi.

Militer berdalih pemilu yang mengantarkan Suu Kyi terpilih dengan suara terbanyak penuh kecurangan.

 

Sumber : AA/ (Baron)

Tim Media

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *