pbb-news-INH
Kantor Mahkama Internasional di Den Haag, Belanda/ ist

News INH, DEN HAAG – Puluhan mantan perdana menteri, pejabat lembaga internasional dan menteri luar negeri dari penjuru eropa, berkumpul di Den Haag,Belanda untuk mendukung langkah Mahkamah Pidana Internasional (ICC) melakukan penyelidikan kejahatan perang yang dilakukan oleh pihak Israel terhadap warga Palestina.

“Kami menyaksikan dengan sangat khawatir perintah eksekutif yang dikeluarkan mantan presiden AS Donald Trump dan sanksi-sanksi yang ditetapkan terhadap staf ICC dan keluarga mereka,” kata para penandatangan surat terbuka tersebut seperti dikutip Middle East Monitor, Kamis (3/6/2021).

Mereka juga mengecam atas meningkatnya serangan dan teror yang ditunjukan kepada staf ICC, dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang bekerja sama dalam penyelidikan terhadap kejahatan perang Israel.

“Kini sangat mengkhawatirkan kritik tak beralasan publik ke ICC mengenai penyelidikan atas tuduhan kejahatan Israel yang dilakukan di wilayah penduduk Palestina, termasuk tuduhan anti-Semit yang tanpa dasar,” kata mereka.

BACA JUGA:

-WHO: Buka Blokade Gaza Untuk Distribusi Bantuan Kesehatan

-Palestina Sambut Baik Pembentukan Komisi Internasional Pelanggaran HAM Isreal

Diakui, para penandatangan petisi dan dukungan bahwa akuntabilitas atas pelanggaran hak asasi serius dari semua pihak penting untuk meraih perdamaian jangka panjang dan berkelanjutan dalam kasus Israel-Palestina ini sama, seperti Sudan, Libya, Afghanistan, Mali, Myanmar, Kolombia, dan Ukraina,” kata para penanda tangan.

Para penanda tangan menegaskan upaya mendiskreditkan ICC dan menghalangi penyelidikan tidak dapat ditoleransi, terutama bila masyarakat internasional serius dalam mempromosikan dan menegakan keadilan di seluruh dunia. Pemimpin dunia dan kelompok pro-Israel telah mengajukan keluhan terhadap ICC.

“Kami mengerti kekhawatiran keluhan dan penyelidikan bermotif politik, tapi kami sangat yakin statuta Roma menjamin kriteria keadilan tertinggi dan memberikan ruang penting untuk mengatasi kebebalan hukum di dunia bagi kejahatan yang paling serius, kegagalan dalam bertindak akan menimbulkan konsekuensi yang mengerikan,” kata para penanda tangan.

Mantan presiden AS Donald Trump memusuhi ICC pada Juni lalu. Ia memberikan sanksi pada jaksa dan pejabat mahkamah internasional itu. Pemerintah Presiden Joe Biden mencabut sanksi-sanksi tersebut. Namun, Washington marah ICC menyelidiki dugaan kejahatan perang Israel.

Sementara itu, Mantan sekretaris jenderal Nato Javier Solana dan mantan direktur jenderal Badan Energi Atom Internasional Hans Blix turut menandatanganinya. Para penandatangan mengkritik sekutu-sekutu Israel, seperti Inggris dan Amerika Serikat (AS) yang menghalangi penyelidikan ICC.

SUMBER : MEMO / Naqsyabandi Ahmad Revolusi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *