kondisi yaman
Seorang bocah yang menderita gizi buruk ditimbang di rumah sakit di Distrik Abs, Provinsi Haji, Yaman, Rabu (19/9). Konflik berkepanjangan antara pemerintah Yaman dengan pemberontak Houthi mengakibatkan 5,2 anak terancam kelaparan akut. (ESSA AHMED/AFP)

News INH – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan keprihatinannya akan kondisi Yaman saat ini yang berada di ujung tanduk kelaparan. Hal ini sebelumnya diperkuat dengan data dari PBB yang menyerukan masyarakat dunia untuk menggalang dana untuk negara konflik menahun itu.

“MUI menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya bencana kelaparan di Yaman akibat peperangan yang masih berlanjut di negeri tersebut,” kata MUI dalam sebuah pernyataan yang diterima INH, Senin (8/3).

Karenanya MUI menyerukan masyarakat Indonesia unutuk menggalang dana guna membantu meringankan kondisi di Yaman yang dari tahun ke tahun memperihatinkan.

“MUI menyerukan kepada umat Islam Indonesia umumnya, dan ormas Islam dan lembaga kemanusiaan Indonesia khususnya untuk menggalang dana, guna membantu saudara kita di Yaman yang sedang mengalami peperangan di negara tersebut,” tulis pernyataan tersebut.

BACA JUGA: Di Tengah Covid, Rohingya Berjuang dalam Kehimpitan

Menurut sebuah data terbaru yang dikeluarkan Save the Children, anak-anak Yaman dilaporkan bisa mengalami kelaparan total pada tahun 2021. Menurut data tersebut, sekitar 2,3 juta anak balita di Yaman diperkirakan akan kelaparan atau berada di ambang kelaparan pada akhir tahun ini.

Diperkirakan 400.000 dari anak-anak ini akan menderita kekurangan gizi yang paling parah – tanpa perawatan, banyak dari mereka bisa mati karena kelaparan atau penyakit.

Data tersebut juga mengungkapkan bahwa sekitar 1,2 juta ibu hamil dan menyusui akan mengalami kekurangan gizi pada akhir tahun, yang berarti lebih banyak anak yang lahir dalam kelaparan.(INH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *