palestina-bendera-news-inh
Foto: Bendera Palestina (republika.co.id)

News INH, GAZA – Pasca pemberlakuan normalisasi hubungan diplomatik antara negara Israel dan beberapa negara Teluk dan Sudan, berdampak terhadap nasib warga Palestina khusunya yang berada di Jalur Gaza yang selama ini di blokade

Hal tersebut disampaikan oleh aktivis kemanusiaan dan juga pendiri INH Muhammad Husein yang sudah 10 tahun tinggal di Jalur Gaza, Palestina. Pria yang akrab disapa dengan panggilan Husein itu menyebutkan dalam dua tahun terakhir ini warga Palestina di Gaza hidup dalam masa-masa terparahnya.

paket-ramadhan-sembako-dan-sayuran-INH
Foto: Muhammad Husein Gaza (Direktur INH) sedang bersama anak-anak Gaza

“Terlebih setelah Arab Saudi menghentikan 80 persen bantuannya ke Palestina sejak normalisasi dengan Israel, dampaknya sangat berasa sekali bagi warga sini,” katanya dalam sebuah pernyataan, Senin (30/11).

Hidup di dalam pengepungan dari darat, laut dan udara membuat warga Gaza hidup dalam keterbatasan gerak dan suplai yang terbatas. Karenanya, bantuan dari luar merupakan salah satu penguat bagi warga Gaza yang bertahan sampai saat ini.

BACA JUGA: Anak Muda Diminta Ingat Perjuangan Palestina untuk Indonesia

“Sekarang kalau kita semua bersatu menggalang bantuan kemanusiaan untuk Palestina, hal ini yang bisa menguatkan mereka,” tegasnya.

Bagi warga Palestina di Tepi Barat beda lagi, mereka yang punya kekayaan bisa bergerak kemana saja, bahkan untuk bepergian ke luar negeri pun bisa. Namun mereka harus hidup dalam diskriminasi, penggerebekan, penangkapan yang tiba-tiba saja bisa menimpa mereka. Bahkan, rumah mereka bisa digusur untuk dijadikan pemukiman ilegal Israel secara tiba-tiba.

“Normalisasi ini bener-bener memukul telak kondisi warga Gaza di palestina, karenanya mereka hanya menggantungkan harapan mereka ke bantuan asing dalam hal ini ke Indonesia karena kita sudah di cap dalam hati mereka sebagai sahabat mereka, mitra mereka,” tambahnya. (RA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *