Presiden Palestina Mahmoud Abbas, ist
Foto: Presiden Palestina Mahmoud Abbas/ist[/
News INH, YERUSALEM – Pasca pemukulan terhadap ratusan warga Palestina dan penahanan

terhadap 50 warganya. Presiden Palestina Mahmoud Abbas menegaskan bahwa Yerusalem Timur

adalah Ibu Kota Abadi Palestina dan merupakan garis merah.

 

Abbas meminta masyarakat internasional untuk melindungi rakyat Palestina dari serangan pemukim ekstrim kanan Israel

yang disinyalir didalangi oleh pemerintah Israel.

“Kami berharap dunia internasional, dunia Islam ikut membantu kami pemerintah Palestina

menyelesaikan kasus kekerasan disini, kami berharap ada perlindungan dari organisasi dunia

internasional,” kata Abbas dikutip dari Midlle East Monitor, Minggu (25/4/2021) kemarin.

 

Sementara itu, Perdana Menteri Palestina, Mohammad Shtayyeh, memanggil tentara dan pemukim

Israel atas serangan kekerasan mereka terhadap orang-orang Palestina di seluruh kota

Yerusalem Timur yang diduduki sebagai terorisme negara terorganisir.

“Tindakan terorisme negara terorganisir yang dimaksudkan untuk melenyapkan karakter

Palestina di Yerusalem, memaksakan fakta palsu dan melanggar tempat-tempat suci di

Yerusalem” katanya.

BACA JUGA: 17 Tahun Dipenjara Israel, Pemuda Palestina Alami Gangguan Mental

Adegan kepahlawanan yang muncul dari jalan-jalan dan gang-gang kota Yerusalem sepanjang

malam dari pemuda Yerusalem yang tak berdaya dengan kemauan dan tekad yang kuat, saat

mereka melawan serangan. Kegagalan rencana Israel untuk mengadili Kota Suci, dan membawa

kembali kenangan akan adegan kepahlawanan ketika Muslim dan Kristen Yerusalem melawan dan

menggagalkan rencana otoritas pendudukan Israel untuk memasang detektor logam elektronik

empat tahun lalu.

 

Sebelumnya, kerusuhan yang terjadi di Gerbang Damaskus Kota Tua Yerusalem Timur

mengakibatkan ratusan warga Pelestina terluka dan 50 orang lainya ditahan polisi zionis

Israel. Keributan bermula dari kelompok pemukim ektrim kanan Israel meneriakan kata-kata

kotor yang mengandung ujaran kebencian dan rasisme yakni “Matilah orang Arab”.

 

Tak hanya itu, para pemukim ekstrim Israel juga melakukan pelecehan dan menyerang warga

Palestin secara brutal dan membabi buta. Ironisnya Polisi Israel hanya menutup mata dan

membiarkan kekerasan itu terjadi didepan mereka.

 

Setidaknya 600.000 pemukim Israel tinggal di lebih dari 250 permukiman ilegal di Tepi

Barat yang diduduki. Menurut hukum internasional, Tepi Barat dan Yerusalem Timur

diklasifikasikan sebagai wilayah Palestina yang diduduki dan semua permukiman Yahudi di

sana merupakan pemukiman ilegal.

 

Sumber : MEMO / Naqsyabandi Ahmad Revolusi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *