Sistem pertahanan udara Iron Dome Israel dilaporkan secara tidak sengaja merusak sebuah pesawat tempur Israel selama serangan terbaru di Jalur Gaza yang diblokade.  ist
Foto: Sistem pertahanan udara Iron Dome Israel dilaporkan secara tidak sengaja merusak sebuah pesawat tempur Israel selama serangan terbaru di Jalur Gaza yang diblokade. ist (inh.or.id)

News INH, YERUSALEM – Senjata makan tua begitulah kira-kira yang pantas disematkan kepada peralatan perang milik militer zionis Israel. Pasalnya, peralatan tempur yang selalu dijadikan andalan mereka yakni rudal pencegat atau Iron Dome justru berbalik arah dan menghantam pesawat F-15 Israel.

Dilansir dari berita televisi Channel 12 Israel, rudal pencegat, yang diluncurkan untuk menargetkan salah satu rudal yang ditembakkan dari Jalur Gaza selama serangan antara 10-21 Mei, berubah arah dan menjadi bomerang.

Baca Juga:

Israel Halangi Akses Bantuan Kemanusiaan Warga Palestina

Tercatat bahwa rudal pencegat dihancurkan oleh Iron Dome beberapa detik sebelum mencapai badan pesawat, tetapi potongan-potongan pecahan peluru menghantam pesawat. Laporan tersebut menyatakan bahwa awak pesawat mendarat tanpa kerusakan apapun. Dilaporkan bahwa tentara Israel telah meluncurkan penyelidikan atas insiden tersebut.

Ini bukan pertama kalinya Iron Dome menghantam sasaran Israel selama perang baru-baru ini di Gaza.Dalam berita radio tentara Israel pada 25 Mei, disebutkan bahwa sistem pertahanan udara Israel yang disebut “Iron Dome” secara tidak sengaja menembak jatuh kendaraan udara tak berawak (UAV) Israel saat menyerang Jalur Gaza yang diblokade.

Menurut tentara Israel, Iron Dome mampu menahan sekitar 90 persen roket yang diluncurkan dari Gaza yang berjumlah sekitar 4.000. Artinya, sekitar 400 rudal bisa menembus Iron Dome.

Serangan yang diluncurkan oleh Israel di Jalur Gaza pada 10 Mei berakhir pada 21 Mei, sejalan dengan gencatan senjata yang dicapai dengan Hamas kelompok perjuangan kemerdekaan Palestina.

Selama serangan Israel di Gaza, 254 warga Palestina, 66 di antaranya anak-anak dan 39 di antaranya wanita, kehilangan nyawa dan 1.484 orang terluka.

Sumber : AA / Naqsyabandi Ahmad Revolusi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *