Setelah-Topan-Goni,-Filipina-Dihadang-Badai-lagi
Angin topan Goni terlihat pada 31 Oktober 2020 dan menyebabkan perubahan cuaca drastis di langit Filipina dalam beberapa pekan terakhir. Foto: NASA

News INH, Filipina – Kurang dari dua minggu berselang setelah mendapat gempuran dari topan Goni, Filipina kembali dihajar badai lain. Dikutip dari Jurnal Presisi, topan Vamco adalah nama dari angin topan dahsyat yang sangat mematikan dan melanda pulau utara Luzon tersebut.

Kekuatannya yang setara dengan badai Kategori 2 dan topan ketiga dari siklon tropis kelima yang mempengaruhi Filipina dalam waktu kurang dari tiga minggu. Kecepatan angin Topan Vamco berkisar antara 155 kilometer per jam (96 mil per jam) saat menyapu pulau Luzon.

Topan tersebut menerjang pada Kamis malam, 11 November waktu setempat dan memutus aliran listrik di wilayah padat penduduk. Angin dahsyat yang melanda juga menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan korban terlantar karena kehilangan tempat tinggal. Kecepatan angin Topan Vamco berkisar antara 155 kilometer per jam (96 mil per jam) saat menyapu pulau Luzon. Topan tersebut menerjang pada Kamis malam, 11 November waktu setempat dan memutus aliran listrik di wilayah padat penduduk.

BACA JUGA: Palestina: Musim Dingin Bisa Memperparah Covid

Angin dahsyat yang melanda juga menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan korban terlantar karena kehilangan tempat tinggal. Jalanan berubah menjadi sungai akibat banjir yang timbul, menjebak orang di atap rumah dan menewaskan sedikitnya dua orang penduduk. “Banyak tempat yang terendam. Banyak orang menangis minta tolong,” ucap Rouel Santos, 53, pensiunan petugas bencana di provinsi Rizal, di samping ibu kota.

Santos mengatakan banjir yang disebabkan oleh Vamco membawa kembali ingatan akan Topan Ketsana yang dahsyat, yang dikenal di Filipina sebagai Badai Tropis Ondoy, yang melanda tahun 2009 dan merenggut ratusan nyawa. Palang Merah Filipina, polisi, militer, dan penyelamat lainnya menggunakan perahu untuk menjangkau orang-orang yang terdampar di rumah mereka di Kota Marikina, salah satu daerah yang paling parah terkena dampak di ibu kota, di mana air di beberapa jalan setinggi bahu.

BACA JUGA: Warga Panik, Gempa 5,6 Magnitudi Guncang Pangandaran

Sekolah yang telah kosong sejak Maret lalu akibat pandemi virus Corona akhirnya dialihfungsikan sebagai tempat penampungan darurat bersama dengan gimnasium.(RA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *