pemuda-palestina-news-inh
Anggota Polisi Israel mencekik leher salah seorang pemuda Palestina di kawasan Tepi Barat / AA

News INH, YERUSALEM – Buntut kebrutalan pasukan Israel terhadap warga Palestina di Gerbang Damaskus, Kota Tua Yerusalem Timur beberapa hari terakhir meluas hingga ke wilayah Tepi Barat. Pasukan Israel menembakan gas air mata, granat dan peluru karet untuk membubarkan aksi solidaritas warga Palestina di Tepi Barat.

Dilansir dari Anadolu Agency, Rabu (28/4/2021) waktu setempat, tentara zionis Israel terus malakukan teror dan intervensi terhadap warga Palestina di berbagai wilayah di Tepi Barat. Lantaran, warga Palestina melakukan perlawanan dengan mengorganisir demonstrasi untuk mendukung orang-orang Palestina di Yerusalem Timur.

Menurut keterangan saksi mata, warga Palestina melakukan aksi unjuk rasa di wilayah Tepi Barat, Ramallah dan Beytullahim, tepatnya di dekat pos pemeriksaan militer Israel. Mereka memprotes tindakan polisi Israel terhadap warga Palestina di Yerusalem Timur. Para demonstran ini membakar ban mobil dan melemari tentara Israel dengan batu.

Sementara itu, tim medis yang beroperasi di wilayah tersebut melapokan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dari peristiwa tersebut, namun dipastikan puluhan pengunjuk rasa terkena dampak perihnya gas air mata yang ditembakan oleh polisi Israel.

BACA JUGA: Lawan Aksi Kebrutalan Zionis Israel, Ribuan Pemuda Gaza Turun Jalan

Gelombang protes warga Tepi Barat ini di picu lantaran polisi Israel memasang barikade dan memblokir area tempat duduk di kawasan sekitar Gerbang Damaskus, Yerusalem Timur sejak awal ramadhan. Polisi Israel juga mengintervensi mereka selama berhari-hari.

Sedikitnya 130 warga Palestina terluka dan puluhan warga Palestina ditahan dalam peristiwa di sekitar Kota Tua, khususnya di Gerbang Damaskus. Namun, setelah mendapat aksi perlawanan berhari-hari oleh warga Palestina, polisi Israel sempat mundur pada 25 April dan membiarkan barikade di area tempat duduk di depan Gerbang Damaskus disingkirkan.

Sumber : Anadolu Agency / Naqsyabandi Ahmad Revolusi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *