Bentrokan antara penduduk Palestina dan aparat keamanan Israel di Kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem. (APMahmoud Illean)
Foto: Bentrokan antara penduduk Palestina dan aparat keamanan Israel di Kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem. (APMahmoud Illean)/ inh.or.id

News INH, YERUSALEM – Bentrokan singkat meletus antara polisi Israel dan warga Palestina di masjid Al-Aqsa menyusul kunjungan orang-orang Yahudi ke kompleks masjid tersebut, Ahad (18/7/21) waktu setempat. Tidak ada cedera serius yang dilaporkan dalam insiden itu.

Dilansir dari laman Ahram Online, pemuda Palestina melemparkan batu ke orang-orang Yahudi yang kemudian dibubarkan oleh polisi. Pejabat Palestina mengatakan, polisi Israel secara paksa mengevakuasi jamaah Muslim untuk membuka jalan bagi pengunjung Yahudi.

Polisi juga dikatakan menembakkan peluru karet selama konfrontasi di salah satu tempat paling sensitif dalam konflik Arab-Israel. Semua hening pada saat salat zuhur diadakan. Insiden itu pun memicu kecaman oleh Otoritas Palestina, yang mengelola pemerintahan sendiri secara terbatas di Tepi Barat yang diduduki.

Baca Juga:

12 Warga Palestina di Tepi Barat Ditahan Polisi Israel

Dalam sebuah pernyataan, Otoritas Palestina mengatakan, pihaknya menganggap pemerintah pendudukan Israel bertanggung jawab penuh atas eskalasi akibat serangan Israel di kompleks masjid Al Aqsa di Yerusalem yang diduduki. Otoritas menyebut kunjungan Yahudi itu provokatif dan ancaman serius terhadap keamanan dan stabilitas.

Padahal sebelum kejadian situasi di Kompleks Masjid Al-Aqsa sangat tenang. Pemerintah Palestina pun mengecam aksi aparat Kepolisian Israel itu dengan mengatakan sikap warga Yahudi Israel yang menerobos sebagai sebuah ancaman terhadap keamanan dan stabilitas.

“Pemerintah penjajaha Israel bertanggung jawab penuh atas peristiwa warga Israel yang menerobos Kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem yang dijajah,” demikian isi pernyataan Pemerintah Palestina.

Baca Juga:

Yordania Tolak Langkah Israel Serbuh Pemukim ke Kompleks Al-Aqsa

Menurut laporan media massa Israel, setelah bentrokan itu ada sekitar 1.300 warga Yahudi yang menerobos masuk ke Kompleks Masjid Al-Aqsa. Mereka datang untuk memperingati puasa di Hari Tisha B’av dengan dikawal aparat keamanan Israel.

Selepas bentrokan, Perdana Menteri Israel, Naftali Bennet, mengatakan penduduk Yahudi Israel akan tetap melanjutkan kunjungan ke Kompleks Masjid Al-Aqsa dan mereka akan mengerahkan aparat keamanan untuk menjaga ketertiban.

Kepolisian Israel yang bertugas di Kompleks Masjid Al-Aqsa yang memegang kendali untuk mengatur kunjungan warga Yahudi. Umat Yahudi mempercayai Kompleks Masjid Al-Aqsa adalah lokasi dari Kuil Sulaiman.

Sementara bagi umat Muslim, Kompleks Masjid Al-Aqsa adalah tempat suci yang pernah menjadi kiblat pertama dan lokasi peristiwa Isra Mi’raj yang dilakukan Nabi Muhammad S.A.W.

 

 

Sumber : Rueters / Naqsyabnadi Ahmad Revolusi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *