Yahudi Ortodoks Bakar Bendera Israel sebagai Perlawanan Terhadap Zionisme
FOTO: Mostafa Alkharouf/AA

News INH, YERUSALEM – Puluhan orang yang mengatasnamakan kelompok Ultra Yahudi Ortodoks (Heradi) mengelar aksi demonstrasi anti-Zionis di Mea Searim, Yerusalem Barat, Kamis (15/4/2021) malam waktu setempat.

Kelompok ini memprotes atas perayaan ulang tahuan ke 72 berdirinya Israel ditanah Palestina. Para demonstran dengan membawa bendera palestina meneriakan bahwa Zionisme tidak mewakili orang Yahudi dan agama Yahudi.

Para pengunjuk rasa yang merupakan anggota Jemaat Neturei Karta anti-Israel, yang meneriakkan slogan-slogan AntiZionisme di jalan-jalan Distrik Mea Şearim dan membakar bendera Israel.

Terganggu dengan gerakan itu, Polisi Israel pun langsung turun tangan untuk membubarkan secara paksa dan mengakhiri demonstrasi Haredis tersebut.

YAHUDI ULTRA ORTODOKS

Ultra-Ortodoks Yahudi (Haredi) merupakan 10 persen dari populasi penduduk Israel, mereka merupakan kelompok yang memiliki masalah integrasi paling banyak dengan segmen masyarakat lainnya.

BACA JUGA: Brutal..!!! Polisi Israel Bubarkan Warga Palestina Usai Sholat tarawih

Sebagian besar kelompok Haredis tinggal di kota Yerusalem dan Bney Brak, mereka menolak untuk mendaftar sebagai warga Israel dengan alasan bahwa mereka tidak dapat memenuhi kewajiban

Yahudi Ortodoks Bakar Bendera Israel sebagai Perlawanan Terhadap Zionisme

agama mereka. Haredies tidak menerima sistem pendidikan sekuler dan melanjutkan sekolah mereka sendiri yang hanya menyediakan pendidikan agama.

Kehadiran mereka di Israel untuk menjalankan hukum Yahudi, tidak sepakatnya kelompok ini dengan gerakan Zionisme Israel menjadikan kelompok ini sering mengalami ketegangan dan pertengkaran dengan polisi Israel.

Sebagian besar Haredi, yang merupakan segmen berpenghasilan rendah dari komunitas Yahudi lainya, mereka hidup dari bantuan keuangan negara dan saat ini jumlah mereka terus mengalami peningkatkan lantaran setiap keluarga memiliki banyak anak.

BACA JUGA: Ketahanan Pangan di Gaza Memburuk

Beberapa Haredy berpendapat bahwa keberadaan Israel tidak sah untuk didirikan sebelum kedatangan Kristus, penyelamat orang-orang Yahudi, dan berpendapat bahwa orang-orang Yahudi harus hidup di bawah pemerintahan negara Palestina.

Sumber : Anadolu Agency

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *