yaman-vaksin-news-inh
Foto: AntaraNews

News INH, Aden – Yaman menerima vaksin COVID-19 pertamanya pada Rabu, sepekan setelah pemerintah yang diakui oleh komunitas internasional di negara yang rusak akibat peperangan itu mengumumkan darurat kesehatan dalam respon terhadap gelombang kedua pandemi.

Sebanyak 360.000 dosis vaksin AstraZeneca tiba di Aden menggunakan pesawat, bagian dari pengiriman dari skema inisiatif vaksin global COVAX yang diperkirakan akan mengirim total 1,9 juta dosis, kata Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF).

Di kota di selatan ibu kota pemerintah sementara para pasien di pusat isolasi di lahan rumah sakit berbaring di tempat tidur sementara dan tenda-tenda di samping tabung oksigen, bernafas dengan berat. “Kami membutuhkan lebih banyak staf, karena peningkatan dalam jumlah kasus tidak normal. Kami kelelahan,” kata dokter dan direktur pusat itu, Zainab al-Qaisi.

Pusat isolasi itu dibangun oleh Palang Merah tahun lalu. “Pusat ini kewalahan. Kami butuh oksigen, untuk memperluas perawatan intensif di seluruh provinsi.”

BACA JUGA: Dewan Keamanan PBB Seruhkan Rapat Darurat Untuk Bahas Myanmar

Vaksin dari COVAX akan gratis, dan didistribusikan ke seluruh penjuru negara yang terpecah, sebagaimana dikonfirmasi oleh menteri kesehatan Ali al-Walidi pekan lalu, dua hari usai negara itu mengumumkan darurat kesehatan di area-area yang berada di bawah kontrolnya.

Walidi juga mengatakan lebih banyak suntikan akan tiba pada bulan Mei.

Kelompok bantuan M©decins Sans Fronti¨res (MSF) mengatakan pekan lalu bahwa mereka telah melihat arus yang dramatis atas pasien COVID-19 yang kritis di berbagai bagian negara, dan bahwa mereka kekurangan semua aspek terkait COVID-19. “Sementara sejumlah negara telah berhasil dalam memvaksinasi setengah dari populasinya, Yaman menemukan dirinya di belakang antrian,” kata Kepala MSF di Yaman, Raphael Veicht.

BACA JUGA: Tiga Petugas Medis Perempuan di Afghanistan Ditembak Mati

Sistem kesehatan Yaman telah terdampak parah oleh peperangan, robohnya ekonomi dan, baru-baru ini, kekurangan bantuan dana kemanusiaan. Menilai penyebaran COVID-19 yang sesungguhnya merupakan sesuatu yang sulit.

Peperangan selama enam tahun telah membatasi tes dan pelaporan, dengan pergerakan Houthi yang melawan koalisi pro pemerintah, dan yang mengontrol kebanyakan pusat urban yang besar, yang tak melaporkan angka sejak beberapa yang tercatat pada Mei lalu.

Namun jumlah kasus terkonfirmasi telah melonjak cepat sejak pertengahan Februari. Komite virus corona darurat Yaman melaporkan 132 kasus terkonfirmasi dan 19 kematian pada Selasa. Mereka telah mencatat lebih dari 4.100 infeksi virus corona dan 864 kematian sejauh ini.

Walidi mengatakan bahwa angka yang sesunguhnya kemungkinan jauh lebih besar, pendapat yang juga dimiliki oleh PBB dan badan-badan bantuan. COVAX dipimpin bersama oleh aliansi GAVI, yang mengamankan vaksin untuk negara-negara miskin, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Koalisi untuk Inovasi Kesiapan Epidemi dan UNICEF.

Sumber : www.reuturs.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *